Memaparkan catatan dengan label malaysia. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label malaysia. Papar semua catatan
23

Indonesia Keluar Senjata Gurita Dewa Laut Nama Gudel Pulak Dah!

LuciusMaximus Rabu, Disember 29, 2010 , , , ,




Gudel - Berat 6 kilogram, panjang rentang 1.5 meter, asal Jepang dan tidak memake BH laserin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pecinta sepakbola pasti tidak pernah lupa dengan 'almarhum' gurita peramal, Paul, yang prediksinya selalu tepat selama perhelatan Piala Dunia 2010. Kini ada Gurita Dewa Laut alias Gudel di Sea World, Taman Impian Jaya Ancol, yang meramalkan Indonesia akan mengalahkan Malaysia di laga kedua final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12) malam ini.

Gudel ditempatkan di sebuah aquarium ketika mulai mencoba membuat ramalannya. Dalam aquarium tersebut, ada dua buah tabung warna transparan berisikan bendera Indonesia di sebelah kiri dan bendera Malaysia di sisi kanan. Kedua tabung itu sebelumnya diisi ikan dan kepiting

Para pengunjung Sea World akhirnya bernafas lega ketika Gudel yang baru didatangkan dari Jepang tiga hari silam itu akhirnya memilih tabung bendera Indonesia. Seperti dikutip Antara, Gudel yang merupakan jenis gurita raksasa (Giant Pacific Octopus) itu menyentuh bendera Indonesia. Gudel memiliki berat enam kilogram dengan panjang rentang lengan 1.5 meter.

14

Kenapa Kita Wajib Juara?




Kerana Piala Suzuki AFF asalnya ialah Piala Tiger AFF. Memenanginya adalah ibarat sireh pulang ke gagang (atau ibarat bir Tiger masuk membasahi tekak yang kekeringan)
38

Safee Sali Dan Aceh

LuciusMaximus Selasa, Disember 28, 2010 , , , , ,



Semasa aku tweet benda di atas ini melalui SOKERNET_TWEET, Malaysia baru saja mendahului Indonesia 3-0 dengan jaringan Safee Sali.

Apa jadi lepas itu? Persoalan sama ada Safee Sali benar orang Aceh atau tidak menjadi topik hangat rakyat Indonesia dari Banda Aceh di Aceh hingga ke Jayapura di Papua.

Isu kontroversi sama ada benar Safee Sali orang Aceh atau tidak akhirnya dirungkaikan oleh Aulia Fitri, seorang penulis di Kompasiana, sebuah laman warga media yang bernaung bawah Kompas, salah satu akhbar utama Indonesia.

Sila klik Menjawab Kontroversi Safee untuk bacaan lebih lanjut.

Apa yang menarik, kesan dati tweet tersebut artikel mengenai Safee Sali di Wikipedia melalui suntingan beberapa kali tentang tempat kelahiran beliau. Sekejap di tulis Aceh Besar di Provinsi Aceh, sekejap lagi ditukar pula kepada Kajang, Selangor. Tidak cukup dengan itu, #safee sempat menjadi Trending Topic di Twitter untuk beberapa ketika dan menjadi topik bualan hangat di #iloveaceh.

Kenapa Safee Sali ditweet sebagai orang Aceh? Senang saja. Indonesia sudah ketinggalan 3-0 dan Safee Sali muncul sebagai duri dalam daging buat skuad Garuda. Pastinya tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mengusik emosi penyokong Indonesia dengan mengatakan Safee Sali asal Aceh tapi main untuk Malaysia kerana TNI banyak membantai orang Aceh. Safee Sali sensitif bagi mereka kerana telah menjaringkan 2 dari 3 gol malam itu. Aceh juga sensitif kerana wilayah ini sentiasa menuntut kemerdekaan dari Indonesia.

(Nota: Selepas Malaysia tewas separuh akhir Piala AFF 2004 kepada Indonesia, aku pergi gunting rambut di Dato’ Keramat. Kedai gunting itu aku tahu milik pendatang Indonesia. Tapi ketika sedang gunting rambut dan berbual pasal perlawanan separuh akhir itu, si tukang gunting rambut beritahu dia sebenarnya kecewa Malaysia kalah. Jelasnya, “Saya pelarian Aceh bang, datang ke Malaysia kerana mahu lari dari ditangkap TNI sebab saya dulu aktif dengan Gerakan Aceh Merdeka”)

Okay, jadi apa matlamat buat tweet sedemikian dan mencurangi hampir seluruh Indonesia? Jawapannya mudah, dah nama pun Sokernet. Kalau tak menganjing, kalau tak bakar-membakar bukan Sokernet-lah namanya, ye tak?

Apa pun, akaun SOKERNET_TWEET dapat pendedahan luas di Indonesia dan harap-harap blog Sokernet juga dapat publisiti yang serupa.

Malam esok, mungkin boleh buat tweet yang lain pula. Macam:

“S Kunalan: Saya memang asal Papua tapi main untuk Malaysia kerana TNI banyak membantai orang Papua”

(Nota: Untuk Safee Sali, jangan marah sebab Sokernet guna nama saudara. Untuk rakyat Indonesia, jangan butthurt dan mudah sangat percaya pada benda seperti serbuk gatal, dukun atau pawang, tembakan laser serta Safee Sali orang Aceh)

34

Awas Malaysia! Indonesia Keluarkan Senjata Mesum



Seperti mana ratusan tahun dulu bila Hang Tuah ke Majapahit dan hampir digoda oleh gundik-gundik Majapahit, begitulah juga apa yang akan berlaku esok. Laksamana Hang Rajagopal dan pendekar Hang Safee Sali kini berisiko lemas dalam pelukan cewek Indonesia.

Dari sumber Sokerleaks, Sokernet telah mendapat khabar bahawa Rahma Azhari bercadang untuk menggoda Hang Rajagopal dan Hang Safee Sali. Cis, dasar tempe Jawa!



Rahma Azhari: Rajagombal You Are Next!

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pesohor seksi Rahma Azhari sempat jadi bahan pembicaraan ketika ia berpose dengan pelatih Filipina Simon McMenemy, sepekan lalu. Bagaimana dengan pelatih Malaysia, K Rajagobal? Apakah Rahma mau berpose bersama dengannya?

Secara bercanda, Rahma Azhari menulis di laman jaring sosialnya, Twitter, bahwa ia mau menggoda Rajagobal. "Rajagombal, your are next..!!!*ala bloodsport* wink wink," tulis Rahma di @RaAzhari, Ahad (26/12).

Kontan 'kicauan' Rahma ini menarik komentar ratusan tweeps yang dibalas dengan bercanda pula. Seperti seorang pengguna akun @isacindo yang mengatakan, "Lo juga harus semangat godanya."

Atau seorang berakun @anyeanye yang menulis, "Coba tolong ya mbak @RaAzhari godain si Rajagobal..mirip kan sm Simon McMenemy???" Dan seorang berakun @Ocelica yang mengatakan, "Kali ini saya dukung mba rahma ayoooo lancarkan serangan!!"

Ada lagi seorang pengguna akun @triesnantyo yang meminta tolong langsung ke Rahma dengan berkata, "Carane piye iki ben iso menang 4-0? Mbak @RaAzhari mgkn bs bantu?".

Selain menggoda Rajagobal, Rahma juga menggoda penyerang Malaysia yang menjebol gawang Markus Maualana, yaitu Mohd Safee Sali. Ia mengatakan, "Next target SAFEE DKK, timnas INA suruh konsen aja supaya menang!" katanya.

Rahma sempat menjadi sorotan ketika dua foto dirinya dengan Simon McMenemy beredar di dunia maya. Rahma menegaskan ia dan pelatih Filipina itu hanya teman. Diperkirakan, Rahma bertemu McMenemy usai pertandingan Indonesia-Filipina 19 Desember lalu. Media Filipina sampai menurunkan artikel terkait Rahma dan McMenemy ini. Si pelatih pun enggan berkomentar terkait foto-foto tersebut.

Bagaimana dengan pelatih Malaysia kali ini? Apakah Rahma benar-benar mau menggodanya?


Sementara itu seorang lagi cewek Indonesia tidak ketinggalan mahu berbakti kepada nusa dan bangsa.


Julia Perez Lawan Laser Pake BH

JULIA Perez mau membalas tindakan laser suporter Malaysia. Bukan pake laser, tapi Jupe mau pake BH. Nah lho.

Jupe rupanya geregetan dengan ulah suporter licik Malaysia yang menggunakan laser membuyarkan konsentrasi Markus Horison menjaga gawang.
Sejam setelah menyaksikan Tim Garuda dihajar 0-3 di stadion Bukti Jalil, Malaysia, Jupe langsung menumpahkan kekesalannya lewat akun twitter-nya @juliaperez.

“Biarin aja dicurang pake laser... Nanty pas tanding di INA. Jupe pake bh doang biar pada buta tuh mata liat gunung kembar gue,” tulis Jupe.

Dihubungi lewat telepon, kekasih Gaston Castano ini membenarkan tulisannya. Ia berjanji akan menonton langsung leg kedua final Piala AFF Timnas Indonesia lawan Malaysia dengan menggunakan bra khusus.

“Iya (pakai bra), biar pada buta semua pemain timnas Malaysia, nggak rela lihat timnas Malaysia mengalahkan Indonesia. Lihat saja nanti, Jupe nonton pakai BH doang biar pada buta matanya,” bebe Jupe seperti dilansir Rakyat Merdeka (Grup JPNN), Selasa (28/12).

Demi membela Merah Putih, Jupe tak takut aksinya diprotes banyak orang. Kalau perlu, Jupe mau membalas pake laser yang ditempelkan di BH-nya.

“Yang penting kan nggak kelihatan belahan (dada), pokoknya nanti aku mau pakai bra khusus, kalau perlu branya pakai laser biar pada buta semua pemain timnas Malaysia,” tutup bintang film Hantu Jamu Gendong tersebut.

Jupe yang punya sekolah sepak bola (SSB) ini serius menyikapi ulah suporter Malaysia. Ia menilai pasti ada pihak yang mengatur agar Tim Garuda kalah.

“Ini bukan bener-bener Timnas kita kalah pure. Ini sebuah kelicikan dan nggak sah, dan aku yakin banget yang main laser bukan suporter tapi orang yang udah spesial untuk trik-trik begini, dan udah dibayar,” terangnya.

Berharap kejadian tak terulang, ia menyarankan pengurus PSSI melaporkan hal ini ke badan sepakbola dunia. “PSSI harus komplain,” kata Jupe.


Dengan Rahma Azhari bersedia mahu menggoda Hang Rajagopal dan Hang Safee Sali, manakala Julia Perez pula bakal menonjolkan gunung kembar, Malaysia dan Haji Hasbullah Awang jelas berdepan laluan sukar di Gelora Bung Karno.
51

Konfrontasi

LuciusMaximus Isnin, Disember 27, 2010 , , , ,

(Artikel ini patut keluar sebelum 26 Disember, tapi faktor malas, sibuk dan komputer rosak membantutkan segalanya. Biasalah, kerja dengan Sokernet bukan dapat upah, kena maki lagi adalah. Seperkara lagi, artikel ini ada nada kebencian dan tidak menyentuh sangat mengenai perlawanan epik tersebut. Kalau rasa tak berminat, boleh abaikan)

“Kalau kita lapar itu biasa. Kalau kita malu itu juga biasa. Tapi kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!” – Bung Karno

Apaan sih yang kurang ajar? Kerana lapar dan malu? Kalau Indonesia lapar atau malu itu masalah Indonesia sendiri. Jangan tunding jari pada negara lain dan jadikannya sebagai kambing hitam.

Cerita bagaimana Indonesia sentiasa menjadikan Malaysia kambing hitam bukan benda baru. Bukan baru berlaku malam tadi apabila Markus dilaser para Ultraman Malaysia. Bukan juga berlaku pada tahun 1962 saat Sukarno tidak puas hati dengan pembentukan Malaysia dan terbantutnya cita-cita beliau menakluk Sarawak, Sabah dan Brunei yang digelarnya Kalimantan Utara. Cerita Indonesia tidak puas hati dan berdendam dengan Malaysia jauh lebih lama dari itu.

Kita kembali pada sejarah secara ringkas. Lama sebelum adanya Indonesia dan Malaysia, telah wujud terlebih dulu Empayar Srivijaya. Srivijaya ini letaknya di Palembang, Sumatera. Ia adalah empayar Melayu yang pertama, terbentuk pada kurun ke-7 dan menguasai seluruh Sumatera, Semenanjung Tanah Melayu dari kepulauan Riau, Singapura hingga menganjur ke selatan Siam dan juga bahagian timur Jawa. Dari Srivijaya inilah berkembangnya tamadun Melayu awal dan dari keturunan raja inilah munculnya Parameswara, pengasas Kesultanan Melayu Melaka.

Namun pada kurun ke-13 ada kuasa baru muncul di Jawa, bermula dengan nama awal kerajaan Singhasari yang pastinya dipelopori oleh bangsa Jawa itu sendiri. Mereka bangkit menyaingi Srivijaya dalam siri peperangan yang berlarutan lamanya. Singhasari kemudiannya berubah menjadi kerajaan Majapahit dan persaingan Srivijaya-Majapahit berterusan pula.

Konflik Srivijaya-Majapahit bukan sekadar persaingan Melayu-Jawa. Ia juga persaingan agama. Persaingan antara ajaran Buddha di pihak Srivijaya dan Majapahit yang mahu menegakkan syiar Hindu di Asia Tenggara. Tanggal 1377, Srivijaya akhirnya tunduk pada tampuk kekuasaan Majapahit.

Dari Palembang, takhta Srivijaya atau apa yang tinggal dari sisanya berpindah ke Temasek (kini Singapura). Pemberontakan oleh saki-baki tentera dan wilayah yang setia pada Srivijaya berterusan untuk beberapa tahun lamanya hinggalah pada tahun 1401, bila Majapahit menyerang Temasek untuk menamatkan pemberontakan tersebut. Pewaris takhta Srivijaya di Temasek ketika itu, Parameswara namanya, lari ke Semenanjung Tanah Melayu di tempat yang kemudian dinamakan Melaka.

Dan begitulah seterusnya. Majapahit tumbang, begitu juga Melaka. Penjajah datang dan pergi. Akhirnya Indonesia merdeka dan Malaysia terbentuk. Kemudian Sukarno ‘butthurt’, menjerit Ganyang Malaysia dan tercetus Konfrontasi. Konfrontasi tamat 1966, Sukarno digulingkan dan Malaysia beroleh kemenangan moral. Selebihnya Indonesia sentiasa menyimpan dendam pada Malaysia, kalau mereka lapar, kalau mereka malu, kambing hitamnya ialah Malaysia. Kalau kalah bolasepak, kambing hitamnya Ultraman dari Malaysia yang memancar sinaran laser kepada Markus Si Botak.

Indonesia hari ini adalah jelas reinkarnasi (kelahiran semula) Majapahit. Malah itulah yang sebenarnya menjadi pegangan dan aspirasi Sukarno awal penubuhan Indonesia. Dan itulah yang dilihat oleh pejuang-pejuang kemerdekaan wilayah bergolak Indonesia hari ini, baik Gerakan Aceh Merdeka atau Organisasi Papua Merdeka, bahawa Indonesia hari ini tidak lebih dari sebuah kesinambungan Majapahit atau dalam istilah hari ini, Imperialisme Jawa.

Dan Malaysia, kita selalu melihat diri kita sebagai kesinambungan Kesultanan Melayu Melaka. Itu silap. Yang sebetulnya kita harus melihat diri kita sebagai pewaris kesinambungan Srivijaya. Jangan setakat berbangga dengan Islamnya Melaka tapi malu dengan Buddha Vajrayana dari Srivijaya dulu.

Dan satu-satunya pemimpin Malaysia yang pernah berani menuntut hak-hak kita sebagai pewaris Srivijaya dulu ialah Tan Sri Ghazali Shafie. Nama glamer beliau, King Ghaz.

King Ghaz lahir di Kuala Lipis, Pahang. Tapi beliau tidak ada kena-mengena dengan Pipiyapong, bau bacang pun jauh sekali. Beliau antara individu yang bertanggungjawab dalam pembentukan Malaysia melalui penglibatannya dalam Suruhanjaya Cobbold. Usai terbentuknya Malaysia, King Ghaz menjadi wakil tetap Malaysia ke PBB. Dan Malaysia pula terpilih sebagai ahli tidak tetap Majlis Keselamatan PBB. Lagilah Sukarno dan seluruh Indonesia ‘butthurt’ tahap klasemen.

Sebagai wakil tetap Malaysia di saat Konfrontasi memuncak, King Ghaz lantang bersuara mengutuk perbuatan terkutuk Indonesia menyerang Malaysia. King Ghaz dan Malaysia mencipta sejarah sebagai negara pertama di dunia yang menyeludup masuk senjata ke dalam Majlis Keselamatan PBB, mengejutkan para pengawal keselamatan. Senjata tersebut milik tentera Indonesia, diseludup masuk dalam usaha Malaysia mendedahkan pembohongan Sukarno kononnya mereka yang menyerang Malaysia ialah gerila dan sukarelawan Indonesia, bukan tentera Indonesia.

Dan seperkara lagi yang mungkin tidak pernah diceritakan dalam buku sejarah sekolah, ialah bagaimana King Ghaz sebagai wakil Malaysia pernah mengusulkan kepada Amerika Syarikat satu rancangan sulit untuk menghancurkan Indonesia. Dalam perbincangan King Ghaz dengan dengan Setiuasaha Politik dari Amerika Syarikat, beliau memaklumkan Malaysia boleh sahaja mempengaruhi pemberontak di Sumatera dan Sulawesi untuk bangun menentang Indonesia. Dengan bantuan Amerika Syarikat, Indonesia akan berpecah kepada wilayah-wilayah kecil di mana Malaysia kemudiannya bersedia untuk mengambil alih wilayah tersebut untuk diserap dalam Persekutuan Malaysia.

Dalam erti kata lain, cadangan King Ghaz ialah memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Maknanya Indonesia bubar dan Malaysia ambil-alih wilayahnya, atau berakhirnya Majapahit dan kembalinya era Empayar Srivijaya.

Tapi seperti termaktub dalam sejarah, Amerika Syarikat akhirnya menemui sekutu dalaman untuk dijadikan proksi bernama Jeneral Suharto. Sukarno digulingkan dan Suharto menjadi Presiden dan bermulalah Orde Baru. Malaysia pula kekal ke hari ini selepas cita-cita Sukarno untuk Ganyang Malaysia dan menakluki seluruh Borneo gagal.

Namun bayangkan, jika Amerika Syarikat tidak menemui proksi bernama Suharto untuk menggulingkan Sukarno mungkin negara Uncle Sam itu akan menerima cadangan King Ghaz dan Malaysia. Dan itu berlaku maka tidak adalah Indonesia sebaliknya yang ada ialah Malaysia Raya. Dan pada 26 Disember kita tidak perlu bermain bolasepak melawan skuad Garuda.

Apa kena-mengena cerita ini semua dengan perlawanan bolasepak Piala AFF Suzuki 2010 baru-baru ini? Tidak ada kena-mengena sangat sebenarnya. Melainkan untuk kita semua memahami kenapa Indonesia sangat dengki dan benci kepada Malaysia dari dulu hingga sekarang. Macam aku katakan tadi, perasaan ini semua muncul dari ribuan tahun dulu, Indonesia lawan Malaysia ialah Majapahit lawan Srivijaya, Jawa lawan Melayu dan pernah pada satu masa, Hindu lawan Buddha.

Dan sebetulnya, atas semangat King Ghaz dan Kuala Lipis Hardcore, kita juga perlu tanam sentimen yang serupa. Tidaklah sampai berperang atau berbunuhan, tapi paling tidak dalam bolasepak kita perlu serapkan semangat patriotisme dan unsur politik.

Macam bila England bertemu Scotland, atau Perancis atau Jerman. Negara Rio Ferdinand dan Nasron Yasin (J Or Ji) ini pernah berperang dan bersaing dalam lipatan sejarah beribu tahun lamanya dengan negara-negara tersebut. Atau bila negara kesayangan Nazri Vovin dan tanah asal Lisa Surihani, Argentina bertemu Brazil, keduanya kuasa besar Amerika Latin dan sentiasa mahu jadi yang terklasemen di benua masing-masing. Atau bila England menghadap Argentina dan semboyan Perang Falkland didendangkan. Tidak perlu aku sebut tentang Jepun lawan China atau Korea Selatan (dan juga Utara), tentang sentimen disebaliknya. Atau Afrika Selatan lawan Mesir atau Mesir lawan Algeria, apa lagi Iran lawan Iraq atau paling hebat, Amerika Syarikat.

Dan sebab itulah bila Malaysia lawan Indonesia 26 Disember lalu, kita juga perlu ada semangat patriotisme dan keinginan menganjing Indonesia sebanyak mungkin. Sebab itu aku habiskan 90 minit perlawanan mendengar ulasan Haji Hasbullah Awang sambil menganjing penyokong Indonesia di Twitter.

Ada yang tegur aku tidak patut panggil mereka sebagai Indon. Masalahnya setiap kali England bertemu Jerman, peminat bolasepak mereka akan pantas memanggil penyokong Jerman sebagai Kraut atau lebih teruk lagi, Hun (rujuk Atilla The Hun). Dan Indonesia sendiri lazim merujuk kita sebagai Malingsia.

Maka aku mulakan, melalui proksi @SOKERNET_TWEET, tweet yang berbunyi berikut:

1) Seluruh rakyat Aceh dan Papua menyokong penuh Harimau Malaya. Katakan tidak pada Imperialisme Jawa (merujuk pada pejuang pemisah di dua wilayah ini dan bagaimana mereka menganggap Indonesia sebagai kesinambungan penjajahan Majapahit dan Jawa)

2) Banyak sangat follow tweet L’pool ni mesti kerja @jannahtesl, tak Harimau Malaya sungguh! (okay yang ini tidak ada kena-mengena, saja nak anjing Liverpool kejap)

3) Ayo Ganyang Indonesia! (awal perlawanan, meminjam dari slogan perang mereka sendiri saat Konfrontasi dulu, yang ini diretweet banyak kali oleh penyokong Indonesia)

4) Padan muka Markus (saat pancaran laser dikenakan kepada kiper botak ini)

5) Markus sangkut di jaring, laser punya salah juga ke? (apabila kaki Markus tersangkut di jaring pintu gol, luar biasa ada juga penyokong Indonesia yang mendakwa kakinya tersangkut kerana pancaran laser)

6) Kamon Malaysia. Harimau harus ratah Garuda. Hayawan mitos! (yang ini bukan aku, tapi Obefiend, juga diretweet banyak kali oleh Indon)

7) Pemain Timnas Indon, Octo khabarnya gemar makan Octopus (mengajing dengan lawak bodoh begini pun diretweet berulang-kali oleh Indon, yang tidak puas hati dengan penggunaan istilah Indon dan dakwaan Octo suka makan sotong kurita)

8) Lalat Indon mula menghurungi #harimaumalaya, dasar Pendatang Tanpa Izin (di-tweet apabila para Indon mula menyedari hashtag #harimaumalaya dan mula melakukan apa yang mereka cukup pandai, spamming. Macam mereka selalu spamming secara haram masuk ke Malaysia)

9) Indonesia gol! Tapi... Curi ayam! (saat Gonzales pemain kelahiran Uruguay, Provinsi Indonesia di Amerika Selatan, meledak gok secara ofsaid. Para Indon juga retweet banyak kali, kehairanan dengan istilah ‘curi ayam’ yang digunakan)

10) Orang Malaysia sebenarnya memang mulut laser. Tak percaya tanya Azwan Ali (selepas Markus buat drama sinetron tengah padang tentang isu laser, juga diretweet oleh Indon dengan tidak puas hati. Naik saham Azwan Ali)

11) Malaysia gol dengan tembakan laser Death Star (heheh, Malaysia 1 Indonesia 0)

12) Safee Sali: Saya memang asal orang Aceh tapi bermain untuk Malaysia sebab TNI banyak membantai orang Aceh (sebaik sahaj Safee Sali menjaringkan gol. Isu ini diretweet banyak kali oleh Indon, sampai ada yang bersungguh menuntut agar disiasat jika benar Safee Sali orang Aceh. Jika ya, pengkhianat harus dibunuh katanya. Dasar Majapahit!)

13) LASER 3 – INDON 0 (laju sangat Malaysia jaringkan gol, tahu-tahu dah 3 biji. Main curang guna laser, kata Indon sekalian)

14) Upin & Ipin kirim salam kepada semua rakyat Indonesia (menggunakan siri kartun Upin & Ipin yang popular di sana. Kapan mau tumbuh rambutnya, tanya seorang cewe Twitter Indon)

15) Kapan Bambang Pamungkas mau skor? Nanti bisa main sama Selangor kembali (selepas Bambang Pamungkas dimasukkan saat Indonesia hampir bungkus)

16) I bet Bung Karno dislike this (ketika perlawanan masuk masa tambahan. Aku yakin Bung Karno ‘turn in his grave’)

17) Malaysia screw Indonesia like Ashraff Sinclair screw Bunga Citra Lestari (sebaik wisel penamat ditiupkan, juga diretweet berulang kembali tapi kali ini oleh penyokong Malaysia. Indon? Tiba-tiba semua dah senyap)

Reaksi penyokong Indonesia rata-rata ‘butthurt’. Dari nak bakar Petronas hinggalah ke mendoakan semua rakyat Malaysia masuk neraka. Dan mereka masih ‘butthurt’ hingga ke saat ini. Khususnya terhadap laser. Tapi kesan dari menganjing ini, pengikut @SOKERNET_TWEET melompat dari 170 sebelum perlawanan kepada 212 saat ini. Tidak kurang 10 darinya adalah rakyat Indonesia. Sokernet bakal menembusi pasaran baru!

Okay, maaflah kalau artikel berjela ini tidak mengulas perlawanan secara terperinci. Aku rasa yang itu semua sudah dibuat oleh puluhan akhbar lain, dari akhbar Utusan Malaysia hinggalah kepada koran Kompas. Tugas aku melaporkan apa yang disebalik perlawanan itu.

Perlawanan akhir kedua tanggal 29 Disember hari Rabu ini. Di Gelora Bung Karno, stadium yang dinamakan bersempenan mantan presiden yang beria mahu Ganyang Malaysia tapi tidak kesampaian. Kalau Rajagopal tidak berperangai macam Arsene Wenger, dia hanya perlu ke sana dan letakkan kapal terbang skuad Harimau Malaya di depan pintu gol Malaysia. Sambil pemain Malaysia semua segak bergaya dengan Rayban Wayfarer masing-masing.

Apa ada hal?

43

Pengumuman: Konfrontasi!

LuciusMaximus Isnin, Disember 20, 2010 , , , , ,




Siri artikel khas Sokernet bersempena perlawanan akhir Piala AFF Suzuki 2010. Keluar entri sebelum 26 Disember 2010 (itu pun jika tidak ada idea untuk dibukukan secara terkejut).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...